Skip to main content

Posts

Anak Balikpapan 80-90 an Pasti Tahu Ini ! Tanpa Gadget Kami Bahagia!

Sumber: http://ketemulagi.com/generasi-bahagia-generasi-anak-tahun-90-kebawah/ "Ular naga panjangnya, bukan kepalang, menjalar-jalar selalu kian kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terbelakang." Mengenang masa kecil saya di daerah Gunung Sari, Kota Balikpapan, dimana lingkungan asri terletak pada area milik keluarga besar dengan luas sekitar setengah hektar, yang terdapat banyak bangsal (rumah kayu petak berbatas dinding satu sama lain) milik kakek saya, menjadi sebuah perkampungan dan berdekatan dengan kampung lainnya, masih banyak pepohonan (hingga kini), namun ada beberapa yang sudah hilang bahkan tak tersisa, bebas dari kendaraan karena tak ada jalan besar di kawasannya dan bukan merupakan jalan umum, sehingga bebas anak-anak 'kampung' (kami) bersenda gurau, berlarian kian kemari, dan memainkan irama kegembiraan kami tanpa mengenal gadget . adapun lotus 123 sudah yang paling canggih berada di perusahaan milik papa saya, tapi janga...

Perjalanan Menuju Cinta Allah dan Rasulullah di Balikpapan

Hidup di dunia hanya sementara, sisanya, kehidupan abadi kita kelak ada di akhirat. Kebanyakan orang sibuk membangun rumah yang besar dan mewah di dunia, tetapi lupa membangun rumah yang nyaman di akhirat. Berlomba-lomba mencapai kenyamanan hidup di dunia, tetapi lupa kelak ingin hidup yang seperti apa di akhirat. Memiliki rezeki yang berlimpah melupakan Allah, bukan mendekat kepadaNya melainkan semakin jauh, memilih berlibur ke Eropa daripada berkunjung ke rumahNya untuk ibadah dan memohon pengampunan atas segala dosa. Allah hanya memanggil umatNya sebanyak 3 kali; yaitu melalui adzan yang bisa umatNya abaikan, panggilan untuk pergi ke tanah suci yang juga dapat diabaikan, dan yang terakhir adalah panggilan untuk berpulang. Panggilan Allah yang terakhir tak dapat siapapun hindari lagi, tak ada pilihan untuk itu, lalu mengapa melewatkan kesempatan, mengabaikan dua panggilanNya di dunia? Sebelum bertemu dengan orang-orang yang positif, saya pun sibuk memikirkan duniawi, tak ter...

Sekolah Orang Tua di SBC Learning Center Balikpapan Bersama Psikolog Bunda Dwita (Parenting)

Bukan Hanya Anak, Orang Tua Harus Sekolah! Saya seorang ibu dari anak balita perempuan berusia 3,5 tahun. Sejak saya hamil hingga bayi saya lahir dan tumbuh seperti sekarang ini, jarang sekali saya absen dengan kegiatan parenting . Karena sebagai ibu saya merasa masih banyak kekurangan dan ingin terus belajar untuk merawat serta mendidik anak saya dengan baik. Saya bukan tipikal ibu yang mengikuti habit alias didikan turun-temurun dari orang tua saya, melainkan saya ingin menjadikan anak saya memiliki pribadi yang jauh lebih baik daripada saya, bahkan menjadi anak yang berprestasi dan kelak mampu hidup mandiri di atas kakinya sendiri. Saat ia berusia 2 tahun, saya memasukkannya ke sebuah PAUD bilingual bernama  SBC Learning Center atau biasa disebut Bubble Bee juga, yang dekat dengan rumah, karena saat itu saya merasa gagal membuatnya pandai bersosialisasi. Kebetulan Daddy -nya Aisyah jarang berada di rumah, bahkan selalu tidur di ruko, tempat kami buka usaha warnet...

Hidayah Kujemput Melalui Pendeta Mualaf, Pengalaman Pribadi, Dan Syiar Baitullah

Sumber: https://baitulmaqdis.com/hidayah/datang-dan-hilangnya-hidayah-allah/ Tidak terasa sudah masuk hari kedua, bulan kedua, tahun 2018. Ini adalah blog yang sudah lama sekali tidak saya kelola, maaf untuk sebagian pembaca yang telah menuliskan komentar namun tidak sempat terjawab oleh saya. Kebetulan saya cukup lama sekali vakum dari menulis blog setelah menikah dan memiliki buah hati. Saya mulai aktif kembali pada tahun 2016, itupun mengisi blog pribadi saya di sini  dan sedikit mengabaikan yang lainnya. Ingin sekali menceritakan beberapa pengalaman saya kali ini.  Pada tanggal 6 Desember 2017, saya mengantarkan Mami saya pergi ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sepinggan) Balikpapan karena akan bertolak menuju Palembang, kebetulan seorang adik sepupu saya meminang gadis sana dan melaksanakan pernikahan dalam beberapa hari ke depan. Di Bandara, seorang Bapak menggunakan kopiah menyapa saya dan bertanya mengenai anak perempuan balita saya yang berwajah ...

Ijinkan Aku Menangis Tuhan (Puisi)

Sumber: http://www.tribunnews.com/kesehatan/2017/11/24/menangis-itu-sehat-ini-penjelasannya Tuhan ... Bolehkah aku menangis malam ini ? Ketika aku baru saja merasa bahagia Kebahagiaan tak ingin tetap bersamaku Ia pergi meninggalkan duka khusus untukku Tuhan ... Ketika air mataku mulai menetes Kebahagiaan menghampiri dan menghapusnya Ketika bibirku mulai tersenyum Ia menikam jantung hatiku membuat luka yang sangat dalam Tuhan ... Dapatkah aku menangis tanpa ijinMu? Aku ingin bersembunyi dan menangis Tak ingin diketahui oleh mereka Tak ingin diketahui olehMu Tuhan ... Ingin kurengkuh kebahagiaan Inginku meneteskan air mata Tetapi bukan karena sakit yang kurasakan Melainkan karena rasa bahagia tak terkira Tuhan ... Tak dapat kubendung lagi air suci ini Ia mengalir deras di pipiku Seolah tak ingin berhenti Karena akhirnya duka tak berganti suka lagi Yah, ... Malam ini aku berhasil melampiaskannya Menangis atas kebahagiaan yang tak lekat bersamaku H...

Nyokap Gaul Gue (Sky bridge BTC)

Bergaul lama dengan laptop celeron yang belum memiliki fasilitas Wi Fi setelah sebelumnya bersahabat karib dengan CPU dan layar cembungnya, membuat saya sedikit katro untuk uruusan Wi Fi. Setelah bekerja sekian lama, akhirnya ada juga kenaikan gaji donk, dan nekad juga membeli laptop baru. Laptop Acer Asphire 4732Z !!! Mantep deh! Hari pertama ambil tuh laptop di lantai 1 BTC ( Balikpapan Trade Centre ), saya dan nyokap langsung mencoba untuk ber-Wi Fi ria di jembatan penghubung antara Gramedia BC ( Balikpapan Centre ) dan BTC sekitar 10 Meter yang memang full Wi Fi. Bunyi sirine searching Wi Fi yang nyaring terdengar dari laptop baru saya itu, setelah dapet sinyal Wi Fi nya, saya langsung PD berusaha mencoba Firefox di laptop saya untuk ber-FB ria. Dicoba berkali-kali, ia tetap balik ke background awal yang bertuliskan Wi Fi ' Sky bridge '. Setelah melihat ada kolom untuk sign in , barulah saya terpikir kalau di situ menggunakan password untuk bisa menggunakan fasilitas W...

Homesick dan Bukit Bangkirai

Lima tahun di perantauan, tidak membuat saya melupakan pulau maupun kota tempat saya lahir dan dibesarkan. Saya sebagai anak yang dipingit oleh kedua orang tua saya, terlalu dimanja dan dikhawatirkan sehingga jarang keluar rumah bersama teman-teman, antar-jemput di sekolah tak pernah absen sehingga tidak berani naik taksi (sebutan untuk angkot di Balikpapan) seorang diri, tergolong sebagai anak kuper dan sebagainya, mendadak dilepas seorang diri untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi di perantauan, membuat saya seperti burung yang baru terbebas dari sangkar emas. Bahkan saat itu saya mengatakan kepada kedua orang tua saya bahwa saya sama sekali tidak HOMESICK . Sistem perkuliahan kampus saya yang hanya dari hari Senin sampai Kamis, membuat saya mempunyai banyak waktu luang untuk menikmati masa muda saya. Hampir setiap minggu saya bersama kekasih dan teman-teman saya berwisata ke tempat-tempat yang cukup jauh dari indekos dan kampus saya. Saya kuliah di Nusa Dua, bahkan di bukit (...